4w3z

Just another WordPress.com weblog

Timnas Memberi Kejutan May 20, 2007

AYU WULANDARI @ 10:19 am

Tim nasional (timnas) Indonesia mencatat sejarah kemenangan pertama dalam tiga kali keikutsertaannya di Piala Asia. Sejarah kemenangan itu ditoreh pada Piala Asia 2004 yang kini tengah berlangsung di Cina. Timnas yang diasuh pelatih Ivan Kolev secara mengejutkan menumbangkan Qatar 2-1 (2-0) di Stadion Workers Beijing Cina, Minggu (18/7).

Wartawan Pikiran Rakyat, Irfan Suryadireja, melaporkan dari Beijing Cina, gol timnas dicetak melalui sontekan Budi Sudarsono (menit 25). Gol kedua oleh Ponaryo menit ke-48 melalui proses yang indah. Pemain PSM itu berlari sambil menguasai bola dan mengecoh dua pemain. Pada posisi menguntungkan, tanpa melihat dulu ke gawang lawan, Ponaryo menendang keras dengan kaki kanan. Bola meluncur keras ke pojok kanan gawang. Penjaga gawang Abdul Aziz sempat terbang untuk menepis bola, namun hasilnya sia-sia. Qatar memperkecil kekalahan melalui tendangan Magid M, 10 menit menjelang bubaran.

Dengan kemenangan itu, timnas kini memimpin klasemen sementara Grup A. Timnas mengemas 3 biji kemenangan, disusul kemudian Cina dan Bahrain (1 biji kemenangan), serta Qatar.

Timnas akan bertanding kembali Rabu (21/7) melawan tuan rumah Cina, dan Qatar menghadapi Bahrain. Jika Indonesia menang, praktis lolos ke perempat final. Sebaliknya, bila kalah atau seri, akan ditentukan pertandingan terakhir melawan Bahrain, Minggu (25/7).

Perjalanan prestasi timnas di putaran final Piala Asia 1996 dan 2000, Indonesia hanya bisa bermain imbang di babak penyisihan grup. Tahun 1996, setelah menahan imbang Kuwait 2-2 di pertandingan pertama, kalah di pertandingan berikutnya, masing-masing 2-4 dari Korsel dan 0-2 dari tuan rumah UEA. Empat tahun kemudian di Lebanon, Indonesia juga kembali menahan imbang Kuwait dengan skor 0-0. Namun kalah 0-4 dari Cina dan 0-3 dari Korsel.

Karena itu, kemenangan sejarah saat melawan Qatar itu, seluruh ofisial menyambut dengan suka cita. Timnas mendapat bonus sebesar 25 ribu dolar AS. Kemenangan timnas semakin lengkap, setelah penjaga gawang Hendro Kartiko terpilih sebagai pemain terbaik pada pertandingan tersebut. Hendro mendapat hadiah handphone dari sponsor.

Sementara pelatih timnas, Ivan Kolev, mengakui tidak menduga anak asuhannya bisa menang dan sempat unggul 2-0. Pertandingan tersebut sangat berat. Qatar merupakan tim bagus dan ditangani pelatih kelas dunia, Philippe Bernard Troussier. “Semua pasti tidak menyangka kami bisa menang,” ujar Kolev usai pertandingan.

Kolev menjelaskan kemenangan tersebut tak lepas dari kesiapan pemain menerapkan strategi yang sudah dirancang sebelum pertandingan dimulai. Kolev selalu menekankan Bambang Pamungkas, dkk. bermain lebih sabar dan tidak mudah terpancing langsung melakukan tekanan. Pemain diinstruksikan untuk menunggu Qatar menyerang. “Kami berhasil, ketika bola dikuasai pemain kita, langsung melakukan serangan dan bisa tercipta gol,” ujarnya.

Akan tetapi, Kolev mengakui timnas memiliki kelemahan mencolok terutama soal fisik. Menurut Kolev, kelemahan itu merupakan bagian dari ciri khas pemain Indonesia. Setiap pemain terpanggil timnas, masalah fisik selalu menjadi fokus utama yang harus dibenahi. Padahal, saat masuk di timnas, pelatih tinggal mengasah kerja sama tim saja. “Pada menit-menit akhir, stamina pemain menurun sehingga lebih banyak tertekan.”

Di lain pihak, Troussier tampaknya terpukul dengan kekalahan tersebut. Menurutnya, Qatar seharusnya yang memenangkan pertandingan karena lebih menguasai permainan. Namun, para pemain kurang tenang dalam penyelesaian akhir, sehingga banyak peluang yang terbuang percuma. Di lain pihak, kata Troussier, Indonesia bermain efektif.

Ketika ada peluang langsung membuahkan gol. “Kami masih memiliki peluang lolos ke babak berikutnya. Namun perjalanan Qatar menjadi berat akibat kekalahan ini,” ujarnya.

Tak panik

Begitu wasit Moradi Masoud (Iran) membunyikan peluit, Qatar mengambil inisiatif menyerang. Untungnya pemain timnas tidak panik. Pemain bisa menerapkan pola 1-3-4-3.

Lini belakang yang ditempai Hendro Kartiko (penjaga gawang), Warsidi, Hari Saputra, dan Firmansyah, bisa membaca pergerakan duet striker Qatar, Hamzah W dan Jouhar J. Solidnya lini belakang itu, tak lepas dari pemain di lini tengah, yang ditempati Alexander Pulalo, Agung Setyobudi, Syamsul Chaeruddin, dan Ponaryo Astaman bisa menutup pergerakan pemain tengah lawan, sehingga aliran bola serangan Qatar terpatahkan.

Mendapat angin timnas tertekan, pemain belakang Qatar juga terpancing ikut naik. Kondisi itu cukup menguntungkan timnas karena Bambang Pamungkas, Ellie Aiboy, dan Budi Sudarsono yang memiliki kecepatan lari, bisa menggiring bola hingga pertahanan lawan. Gol Budi berawal dari aksi individu Bambang. Ketika akan memasuki kotak penalti, pemain lawan, Nayef M justru mencontek bola dan bergulir ke arah Budi. Tanpa kesulitan Budi mengecoh Abdul. Timnas menambah keunggulan melalui Ponaryo Astaman.

Dua puluh menit menjelang bubaran stamina Bambang Pamungkas mulai menurun. Hal itu membuat Qatar leluasa menekan dan menciptakan beberapa peluang. Untungnya Hendro bermain cemerlang. Penjaga gawang Persebaya itu tercatat enam kali melakukan penyelamatan gemilang, di antaranya menahan tendangan Karim, Hamzah, Magid.

Pada pertandingan tersebut, Moradi mengeluarkan kartu kuning untuk Warsidi, Elli (Indonesia), Rizik, Karim (Qatar). Pertandingan lain di Grup C di Chengdu: Arab Saudi-Turkmenistan 2-2, Irak-Uzbekistan 2-2. Jadwal pertandingan Senin (19/7) Grup B di Jinan: Korea-Jordan, Kuwait-UAE.***

 

Leave a Reply